SEMINAR NASIONAL HMTM UPS TEGAL ” MOBIL HEMAT ENERGI DAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KEMANDIRIAN NASIONAL DI ERA GLOBALISASI “.


TEGAL – (10/10/18) Bertempat di Auditorium “Daryoen Sumoatmodjo” Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti Tegal menggelar seminar nasional bertema “Mobil Hemat Energi dan Ramah Lingkungan untuk Kemandirian Nasional di Era Globalisasi”. Upaya menghemat penggunaan BBM untuk kendaraan bermotor memantik kreativitas di kalangan mahasiswa Teknik Mesin FT UPS Tegal. Salah satunya berencana menggelar “Ottocontest” Mobil Listrik tingkat nasional.

Seminar yang dibuka oleh Rektor UPS Tegal Bapak Dr. Burhan Eko Purwanto, M. Hum bertujuan agar para peserta dapat lebih memahami betapa pentingnya kendaraan listrik hemat energi dan ramah lingkungan di masa depan. Dekan FT UPS Tegal Dr. Agus Wibowo ST MT mengatakan, kegiatan kontes mobil listrik karya mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), merupakan bagian dari kegiatan bertajuk “Machine Days”, yang digelar fakultasnya. Dia berharap, kegiatan tersebut dapat menggugah kesadaran dan menggelorakan semangat untuk penghematan penggunaan BBM kendaraan bermotor. Karena itu, kami awali kegiatan ini dengan menggelar seminar nasional tentang mobil listrik.

Dalam seminar tersebut mendatangkan ahli di bidang kendaraan listrik, yakni dari Kementerian ESDM, Nur Hidayat ST MTdan Dekan Fakultas Teknik President University Dr Eng Lydia Anggraeni ST MEng. Dr Eng Lydia Anggraeni ST MEng dengan makalah “Rancang Bangun Kendaraan Listrik”, mengurai tentang hal mendasar seperti komponen utama yang biasa digunakan untuk kendaraan listrik. Antara lain baterai, motor controler, pengereman regeneratif, dan drive system. Dia juga menjelaskan bagaimana kendaraan listrik bekerja. Kemudian penggunaan BBM transportasi darat juga terus meningkat lima persen per tahun, di mana sebagian besar BBM yang dikonsumsi merupakan BBM impor. Juga faktor penurunan indeks kualitas udara, rata-rata kota besar Indonesia telah mendekati level “tidak sehat”.

Nur Hidayat ST MT dari Kementerian ESDM menguraikan soal program pengembangan kendaraan listrik yang kini disikapi sejumlah kementerian lainnya, antara lain seperti yang ditindaklanjuti Kemristek Dikti, dengan mengembangkan purwarupa kendaraan bertenaga listrik atau hibrida, hingga siap komersial untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *