SOSIALISASI PRODUK PPPT MGB (LEMIGAS) DAN KERJASAMA KEMITRAAN DENGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL

Rabu, 29 Agustus 2018 bertempat di Balai pertemuan warga Jl. Sentana No. 1 kecamatan Kedung Banteng – Kab. Tegal, LEMIGAS yaitu lembaga / badan penelitian dan pengembangan ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) milik pemerintah di bawah Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral yang beroperasi dalam bidang hulu dan hilir minyak dan gas bumi (migas) yang berperan besar dalam perkembangan industri migas melalui penelitian, perekayasaan dan pengembangan bidang migas mengadakan Kegiatan sosialisasi sekaligus MOU kerjasama antara LEMIGAS, UPS Tegal dan Kecamatan Kedung Banteng Kab. Tegal berupa aplikasi bahan bakar dimetil eter atau DME untuk kompor gas rumah tangga dan industri.

Sosialisasi yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari Dosen dan Karyawan Fakultas Teknik UPS Tegal, mahasiswa KKN Fakultas Teknik UPS Tegal, Pegawai Kelurahan Kedung Banteng – Kab. Tegal dan pegawai kecamatan Kedung Banteng – Kab. Tegal.

Dalam sosialisasi ini kami dijelasan mengenai tata cara penggunaan DME 3 kg, mulai dari teknik pemasangan gas DME hingga edukasi mengenai DME itu sendiri yang diperagakan oleh Wakil Dekan I bidang akademik yaitu Bapak Ir. Tofik Hidayat, M.Eng.

DME merupakan sumber energi alternatif yang memiliki karakteristik setara dengan LPG, dimana penerapannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. DME adalah suatu senyawa organik dengan rumus kimia CH3OCH3 yang dapat dihasilkan dari pengolahan gas bumi, batubara, minyak berat dan biomassa serta hidrokarbon lain yang dapat digunakan untuk bahan bakar. Penggunaan DME sebagai bahan bakar juga telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 29 Tahun 2013 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Dimethyl Ether (DME).


Dijelaskan lebih lanjut bahwa DME dapat dihasilkan dari pengolahan gas bumi, biomassa, dan batubara kalori rendah. DME sebagai bahan bakar ramah lingkungan telah diujicoba pada sektor rumah tangga, transportasi, dan industri. Karakteristik fisiknya mirip dengan liquefied petroleum gas (LPG), berbentuk cair pada tekanan antara 8- 12 bar. Pada prakteknya, DME dapat dicampur dengan LPG serta dapat menggunakan infrastruktur LPG untuk penyaluran ke konsumen. Dibandingkan dengan solar, DME memiliki angka setana lebih baik sehingga potensial digunakan sebagai substitusi bahan bakar solar.

Dalam acara sosialisasi ini juga diadakan sesi tanya jawab kepada para peserta yang hadir di acara tersebut yang membahas penggunaan DME sebagai bahan bakar burner untuk industri kecil mampu meningkatkan efisiensi pembakaran hingga 18% dan menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar sampai 22%. Spesifikasi bahan bakar DME ditetapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Prospek pengembangan bahan bakar DME di Indonesia sangat menjanjikan karena ramah lingkungan dan bahan bakunya tersedia melimpah. Selain sosialisasi DME juga diadakan lomba memasak antara ibu-ibu dari UPS Tegal, Kelurahan Kedung Banteng, Kecamatan Kedung Banteng dan Mahasiswi UPS Tegal yang dipandu oleh mas bayu mahasiswa KKN UPS Tegal.

Dari lomba memasak yang menggunakan bahan bakar dimetil eter atau biasa disebut DME tersebut maka keluarlah pemenang sebagai juara pertama yaitu dari Dosen dan karyawan UPS Tegal, sedangkan juara ke-2 dari ibu-ibu kelurahan Kedung Banteng, juara ke-3 dari ibu-ibu kecamatan Kedung Banteng dan juara ke-4 dimenangkan oleh Mahasiswa KKN Universitas Pancasakti Tegal.

Diakhir acara kami adakan sesi foto bersama para peserta sosialisasi yang terdiri dari Universitas Pancasakti Tegal, LEMIGAS, Kelurahan dan Kecamatan Kedung Banteng Kab. Tegal serta Mahasiswa KKN dari Universitas Pancasakti Tegal.

( Teknik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *